KELOMPOK DIKLAT

Minggu, 08 April 2012

Puja pali-pali (tips buat pemangku)


Puja Pali-pali.
Panugrahan:
1.       Om, nama siwa ya,
nama budha ya
Nugraha mami nirmala
Sarwa sastra suksma sidi
Sarwa karya parisuda nirmala ya namah swaha
Om saraswati sarwa sidya ya namah
Om smung siwa sada siwa  ya namah
Om smung parama siwa ya namah
Om smung gana dipata ya namah swaha.
2. Raris sap sapin tangan kalih antuk toya.
                (M) om. A kara pat astray a namah swaha
 Raris mantranin dupa.
                (M) om  Ang dupastra ya namah swaha.
3. Raris ngambil menyan astanggi.
                (M) Om  siwa, sada siwa , parama siwa, ya namah swaha.
Pulang ring pengasepane  (m) om  Mang, parama guru ya namah swaha.
4. Raris takepang tangan kalih ring dupa utawi pengasepan.
               

Jumat, 06 April 2012

Internet, selayang pandang

Internet

Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait atau pranala luar, tapi sumbernya masih belum jelas karena tak memiliki kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetil bila perlu.
  • Secara harfiah, Internet (kependekan dari interconnection-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.



internet dijaga oleh perjanjian bilateral atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
Beberapa layanan populer di Internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.

Kamis, 05 April 2012

weda dan banten

Weda dan Banten
Melalui pemanfaatan seluruh panca indera akan lebih mudah untuk memahami isi dari kitab suci Weda
-          sesuatu yg dapat dilihat, didengar, dicium, dirasakan, serta diraba Ø lebih mudah dimengerti bila hanya salah satu panca indera saja yg dimanfaatkan
-          Memahami isi sebuah ajaran akan lebih mudah bila dpt dilihat, didengar, dicium, dirasakan dan diraba
Melalui pemanfaatan seluruh panca indera akan lebih mudah untuk memahami isi dari kitab suci Weda
-          sesuatu yg dapat dilihat, didengar, dicium, dirasakan, serta diraba Ø lebih mudah dimengerti bila hanya salah satu panca indera saja yg dimanfaatkan
-          Memahami isi sebuah ajaran akan lebih mudah bila dpt dilihat, didengar, dicium, dirasakan dan diraba  

 Umat Hindu di Bali  Ø sebagian besar menganut ajaran  Siwa Siddhanta
-          Ajaran Weda terlalu sulit dimengerti oleh umat awam, shg perlu dicari tata cara yg mudah dan praktis
-          Ajaran Weda a dijabarkan dalam bentuk lambang, simbol atau niasa berbentuk banten
  simbol ajaran / filsafat Siwa Siddhanta
-          Upakara merupakan sarana atau tata cara mempelajari kitab suci Weda
Banten.
-          Banten adalah sebuah “kitab suci” yang ditulis dengan mempergunakan aksara simbolik berupa sampian, dikombinasikan dengan umbi, batang, daun, bunga, buah, biji-bijian, jajan, binatang dan sarana lainnya
-          Bagi mereka yang “buta” terhadap aksara banten g terutama dalam hal bentuk, bahan, warna, letak
-           - wajar tidak akan dapat membaca dan mengerti serta memahami apa yang tertulis di dalam “kitab banten” tersebut
Mampukah Anda membaca tulisan dalam lontar ini  bila tak memahami huruf / aksaranya?


Cobalah simak kalimat Jawa Kuno berikut ini yg ditulis degan aksara Latin
Bayasira arsa mardi kamardikan            
aywa samar sumingkiring dur karmurkan
Bila hendak mencapai kemerdekaan
Jangan ragu menyingkiran keangkaramurkaan
Bila kalimat ini dirangkai sedemikian rupa menjadi sebuah gambar Semar yg terdiri dari huruf Bali / Jawa dapatkah Anda membacanya?

Dapatkah Anda membaca “kitab banten” ini?

Manakah dari kedua  canang  ini yang benar atau terbaca sesuai ajaran Weda?





Menurut lontar Yadnya Prakerti Tegesing Arti Banten menyebutkan
- Banten pinaka atau simbol dari
1.Warna rupaning Ida Batara(Ida Sang Hyang Widhi Wasa)
2.Raganta tuwi (Badan manusia / bhuana alit)
3.Anda bhuana(Alam semesta / bhuana agung )